Ini Tips Komunikasi Efektif di Media Sosial

Kini media sosial telah ramai digunakan oleh orang-orang sebagai media untuk melakukan suatu promosi dalam aktivitas penjualannya. Untuk itu dalam menggunakan media sosial dengan bijak ada beberapa cara yang harus anda terapkan dalam menjalankan aktivitas di media sosial sehingga anda dapat mencapai kesuksesan dalam hal pemasaran. Berikut sedikit ulasan mengenai tips untuk berkomunikasi secara efektif di media sosial yang bisa anda terapkan dalam aktivitas sehari-hari.

- Giving
Tips yang pertama adalah menggunakan prinsip Giving yang dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan followers/teman di media sosial, anda harus selalu memberi, memberi dan memberi. Memberi seperti apa maksudnya? memberi dalam hal ini merupakan anda sebagai orang yang melakukan promosi haruslah terus menerpa atau memberikan konten-konten yang bermanfaat misalnya dengan meberikan konten informasi, inspirasi, ataupun tips yang berkaitan dengan brand atau kepribadian dari bisnis yang anda jalankan. Semakin banuak anda memberikan hal-hal semacam itu, maka anda harus yakin bahwa followers/friends di media sosial anda akan memberikan respon dengan setia dan memberikan kepercayaan terhadap brand anda.

- Conversation
Dalam menjalankan aktivitas pemasaran di media sosial anda harus melakukan komunikasi dua arah dengan followers/friends sehingga komunikasi yang berjalan bisa saling timbal balik dan mereka mendapatkan respon secara interaktif. Hal itulah yang terkadang membuat sebagian dari pelaku usaha sangat tidak setuju dengan namanya social media automation.

Brand yang menggunakan aktivitas tersebut telah diprogram sebelumnya untuk selalu berbicara kepada para followers/friend tanpa peduli dengan apa yang dikatakan. Sehingga hal yang perlu anda lakukan saat ini adalah melakukan komunikasi interaktif di sosial media, bukan menggunakan sistem otomatis dalam berkomunikasi. Sehingga penting bagi anda untuk memahami juga beragam gaya bahasa dalam berkomunikasi untuk dapat melakukan penyesuaian terhadap lawan bicara anda. Dengan demikian dapat membuat percakapan bisa lebih santai dan saling dinikmati satu sama lain.

-Listening
Selain dari kedua hal diatas anda juga perlu mendengarkan (listening). Mendengarkan tidak hanya dilakukan di dunia nyata tetapi dalam dunia maya yakni media sosial juga diperlukan untuk mendengar. Dengan anda melihat postingan dari para followers/friends, secara tidak langsung anda telah menunjukkan rasa kepedulian kepada mereka. Rasa peduli tidak bisa dipungkiri menjadi modal yang sangat luar biasa untuk menjalin suatu hubungan yang lebih dekat dengan mereka.

-Passing 
Selanjutnya anda bisa melakukan passing. Maksud dari passing disini ialah anda harus mengerti gaya obrolan dari masing-masing media karena beberapa situs menerapkan gaya bicara yang berbeda-beda untuk membuat para warganya bisa lebih akrab satu sama lain. Contohnya saja, obrolan yang ada di dalam situs Kaskus, pastinya gaya obrolannya bakalan berbeda dengan yang ada di Facebook dan Twitter. Sehingga, untuk tercapainya obrolan yang baik, anda harus memahami bagaimana gaya bahasa yang digunakan oleh konsumen, walaupun hanya sekedar untuk menyapanya saja.

-Antusiasme
Mungkin kebanyakan dari pelaku usaha melakukan kesalahan, dimana terkadang saat mereka melakukan obrolan, mereka tidak benar-benar ingin berinteraksi dengan mereka. Jangan melakukan obrolan namun akhirnya ternyata jualan. Tak salah memang, untuk menyelipkan jualan, asalkan jangan terlalu kentara apalagi memaksa.

Apabila anda ngin berjualan di media sosial, anda harus menyiapkan diri untuk menerima kritik dan saran dari orang lain. Kritik di media sosial merupakan hal yang lumrah, karena setiap kali ada suara yang menyatakan ketidaksukaan/ketidaksetujuan anda harus menerima dan bersabar untuk menjelaskan dnehan baik agar nantinya permasalahan tetap terselesaikan.

-Ciptakan Hubungan Emosional
Untuk diketahui, dalam melakukan promosi bisnis di media sosial hanya mempertemukan penjual dan pembeli dalam dunia maya, namun dalam proses promosi tersebut harus berjalan dengan sangat ramah layaknya mereka para pelaku usaha offline. Maksud dari ramah dalam hal ini ialah pelaku usaha harus mampu menciptakan hubungan emosional antara dirinya dengan pelanggan yang mengunjungi akun media sosial mereka, yang pada akhirnya akan memberikan efek afektif dalam komunikasi massa. Anda juga dapat terus menjalin komunikasi dengan mereka, entah dari postingan yang menarik ataupun komentar, dan juga message. Dengan melakukan aktivitas ini, lambat laun bakal bisa menumbuhkan rasa akrab antara penjual dan pembeli, walaupun proses yang dilakukan dalam tahap online.

7. Tumbuh Kepercayaan
Dalam menjalankan bisnis online para konsumen tidak akan terbesit keraguan dalam diri konsumen bila produk yang anda tawarkan terjamin keasliannya. Walaupun hanya melalui media sosial, tetapi anda dapat menjamin keoriginalan produk, maka anda secara tidak langsung menumbuhkan kepercayaan mereka, walaupun mereka adalah pelanggan baru.

Dari sisi interaksi melalui media sosial, anda juga harus membuatnya seasli mungkin, jangan kaku, dan jangan biarkan pelanggan seolah sedang berbicara dengan robot. Tidak ada salahnya jika anda sedikit mengajak bercanda konsumen sehingga onrolan dapat terasa cair dan mengharapkan suatu closing yang bisa segera teruwujud.

8. Jangan Ragu Meminta Dukungan
Dalam dunia usaha yang baru saja dibuka, maka tidak ada salahnya bagi anda untuk meminta dukungan kepada teman-teman anda yang bermain media sosial juga. Dukungan dapat berbentuk pemberian Like pada postingan anda atau hanya sekedar membagikan postingan promosi anda melalui akun mereka masing-masing. Bentuk dukungan yang sederhana ini setidaknya cukup membantu memperkenalkan bisnis anda ke warga sosial media yang lebih luas lagi.

Demikian Ulasan kali ini mengenai bagaimana komunikasi efekif di media sosial, semoga ulasan tersebut bermanfaat dan membantu teman-teman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (Pakar Komunikasi).

Ini Tips Komunikasi Efektif di Media Sosial
Silabus


0 Comments

Posting Komentar