WHO Restui Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech

WHO Restui Penggunaan VaksinCovid-19  Pfizer-BioNTech
Ilustrasi vaksin corona, vaksin Covid-19, vaksin(Shutterstock/Amazein Design)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyetujui penggunaan Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech.

Vaksin Pfizer yang dikembangakan bersama mitra perusahaan biotek asal Jerman, BioNTech memiliki efikasi yang mencapai angka hampir mendekati 100%.

Vaksin yang dikembangkan untuk mencegah infeksi virus corona tersebut dikembangkan dengan teknologi baru berbasis messeger RNA (mRNA).

Dikutip dari Deutsche Welle (DW), pada Jum'at (1/1/2021), WHO telah memberikan validasi penggunaan darurat pertama untuk vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech.

Oleh sebab itu, validasi penggunaan darurat vaksin corona tersebut akan memungkinkan begi negara untuk mempercepat persetujuan peraturan. WHO telah menyampaikan persetujuannya pada 31/12/2020 kemarin. Diharapkan dengan keputusan yang telah dibuat tersebut dapat membuat negara-negara segera menindaklanjuti untuk segera mungkin menyetujui impor dan distribusi vaksin Covid-19 untuk masyarakat.

Vaksin Pfizer merupakan vaksin pertama yang mendapatkan persetujuan penggunaan darurat dari badan kesehatan dunia.

Seperti yang diungkapkan oleh Dr. Mariangela Simao bahwa langkah yang diambil ini merupakan langkah yang sangat positif untuk memastikan akses global ke vaksin Covid-19. Ia menekankan perlunya upaya global yang lebih besar untuk mencapai pasokan vaksin yang cukup untuk memenuhi populasi prioritas dimana pun.

Ia juga menambahkan bahwa WHO dan para mitra telah bekerja siang dan malam untuk mengevaluasi vaksin lain yang telah mencapai standar keamanan dan kemanjuran.

Lebih lanjut Simao menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong lebih banyak lagi pengembangan untuk maju guna meninjau dan menilai. Sangat penting  bagi mereka untuk mengamankan pasokan yang diperlukan untuk melayani semua negara di dunia dan membendung pandemi.

Selain itu, WHO juga ikut terlibat dalam pendistribusian vaksin virus corona ke negara-negara miskin.
Uni Eropa telah mempermudah prosedur untuk produk vaksin Pfizer-BioNTech. Sehingga ini memungkinkan negara anggota UE dapat memulai kampanye vaksinasi Covid-19 massal bagi para warganya.

Vaksin tersebut juga telah mendapatkan lampu hijau untuk dipergunakan oleh Amerika Serikat, inggris, Israel, Arab dan beberapa negara lainnya.

Meskipun demikian, masih banyak negara dengan sistem perawatan yang lebih lemah dan masih bergantung kepada WHO untuk melakukan pemeriksaan vaksin.

Oleh karena itu, pada Kamis lalu, WHO menegaskan bahwa vaksin corona tersebut harus dikembangkan dengan memenuhi kriteria yang sesuai dengan keamanan dan kemanjuran atau efikasi yang telah ditetapkan badan kesehatan dunia tersebut.

WHO juga menegaskan bahwa vaksin harus memiliki manfaat dan harus dapat mengimbangi potensi risiko.

WHO juga menambahkan mereka sedang melakukan pekerjaan untuk mendukung negara-negara tertentu dalam menilai rencana pengiriman vaksin, serta jika memungkinkan juga membantu mempersiapkan penggunaan vaksin Covid-19 tersebut. (KOMPAS .COM)


0 Comments

Posting Komentar