Jack Ma Menghilang Usai Kritik Pemerintah China, Dimana Jack Ma?

 Jack Ma Menghilang Usai Kritik Pemerintah China, Dimana Jack Ma?

HANGZHOU, CHINA - AUGUST 28: Alibaba Group Chairman Jack Ma attends 2019 Global Conference on Women and Entrepreneurship on August 28, 2019 in Hangzhou, Zhejiang Province of China. (Photo by VCG/VCG via Getty Images)(VCG)

Usai kritik pemerintah China pimpinan perusahaan Alibaba Grup itu mulai banyak diperbincangkan di media sosial. Kini keberadaannya menjadi sorotan publik. 

Kabarnya Jack Ma mulai tak terlihat setelah dirinya melontarkan kritik kepada pemerintahan China yang dipimpin oeh Presiden Xi Jin Ping.

Sebelumnya, pimpinan Alibaba Grup itu batal tampil dalam acara final sebuah talent show yang digandrunginya, yakni Africa's Business Heroes sebagai juri. Padahal kehadirannya telah dijadwalkan, namun kemudian ia digantikan oleh orang lain.

Juru bicara Alibaba menyatakan bahwa pimpinannya tak bisa hadir lantaran ada jadwal yang bertabrakan, disebutkan dalam The Sun, Sabtu (02/01/2021).

Kritik yang dilontarkan Jack Ma pada pemerintah China menyebut bahwa sistem regulasi keuangan di China menghambat inovasi sehingga harus direformasi untuk mendorong pertumbuhan. Kritik tersebut disampaikannya pada Oktober 2020.

Kemudian selang beberapa waktu usai kritiknya tersebut, Administrasi Negara untuk Urusan Pasar (SAMR) China mulai melakukan investigasi terkait dugaan praktik anti-monopoli di perusahaan yang didirikan, yakni Alibaba Group Holding Ltd, yang usahanya akan diawasi lebih ketat.

Selain itu juga, China disebut-sebut membentuk Satgas khusus untuk mengawasi afiliasi Alibaba, Ant Group Co. Satgas tersebut dipimpin oleh Komite Stabilitas dan Pembangunan Keuangan (FSDC) dan sejumlah departemen bank sentral China, serta regulator lainnya. Nantinya satgas ini secara rutin akan memanggil Ant Group untuk mengumpulkan data, mempelajari restrkturisasi, serta menyusun aturan lain di industri teknologi finansial (tekfin).

Tidak hanya itu, terjadinya pengawasan secara intens selama beberapa minggu terhadap perusahaan raksasa Chinan itu membuat saham Alibaba Group Anjlok. 

Pimpinan perusahaan raksasa China itu disebut-sebut dipaksa untuk membatalkan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sehingga berakibat saham Ant Group mengalami kegagalan dalam mencetak rekor terbesar dalam sejarah listing di bursa saham dunia. Hal itu berakibat ke harga saham terjun bebas di bursa Hong Kong.

Pada sesi penutupan perdagangan 24 Desember 2020, harga saham Alibaba turun 8%. Jika dihitung dari puncaknya di bulan Oktober lalu harga saham perusahaan raksasa di China itu telah turun 26%.
Dengan demikian, nilai valuasi Alibaba yang mencapai 240 miliar dollar AS lenyap. (KOMPAS)


0 Comments

Posting Komentar