Analisis Perkembangan Humas di Indonesia


Perkembangan Humas di Indonesia - Analisis Perkembangan Humas di Indonesia 2017


PRAKATA

Bismillahirrahmanirrahim, memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT,  Tuhan yang maha esa karena berkat karunia-Nyalah makalah berikut bisa  terselesaikan sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Pengantar Humas  semester II Prodi Komunikasi, UNRAM.

Terimakasih kepada Bpk. Yolanda Trisula Sidarta Yohanes S.I.Kom., M.I.Kom. Selaku dosen pengampu mata kuliah.

Semoga makalah ini bernilai manfaat sebesar-besarnya bagi pribadi saya dan kalangan umum siapapun yang membacanya, amin.


Mataram, 23 Maret 2017

Humaedi Suhada

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
PRAKATA
DAFTAR ISI

BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Manfaat

BAB II : PEMBAHASAN
2.1 Humas
2.2 Tentang Humas

BAB III : PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai pemenuhan tugas dan kebutuhan akan pemahaman teori kehumasan  berdasarkan analisis perkembangan humas di Indonesia terutama dewasa ini

1.2 Rumusan Masalah

A. Apa itu Humas dan Kehumasan?
B. Bagaimana Kehumasan di Indonesia?
C. Bagaimana perkembangan Humas/Kehumasan di Indonesia dewasa ini?

1.3 Manfaat

A. Memahami konsep Humas
B. Memahami teori Kehumasan
C. Memahami perkembangan Humas/Kehumasan di Indonesia dewasa ini

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Humas

Hubungan masyarakat, atau sering disingkat humas adalah praktik  mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi dan  masyarakat. Humas dapat mencakup sebuah organisasi atau individu yang  mendapatkan eksposur ke khalayak mereka menggunakan topik kepentingan  publik dan berita yang tidak memerlukan pembayaran langsung. Tujuan dari  hubungan masyarakat oleh perusahaan sering untuk membujuk masyarakat,  investor, mitra, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk  mempertahankan sudut pandang tertentu tentang hal itu, kepemimpinannya,  produk, atau keputusan politik. Kegiatan umum termasuk berbicara di  konferensi, memenangkan penghargaan industri, bekerja sama dengan pers,  dan komunikasi karyawan.

Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk memberikan  informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan  ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti  dan menerima sebuah situasi. (id.wikipedia.org)

2.2 Tentang Humas

Berkomunikasi dengan publik merupakan komponen lainnya dalam praktek  kehumasan suatu organisasi. Inilah yang kemudian memunculkan konsep  public relations (hubungan masyarakat) sebagai fungsi komunikasi, karena  tugas utama dalambidang public relations dalah berkaitan dengan  kegiatan komunikasi dengan publik (humas).

Membangun hubungan antara organisasi dengan publiknya dilakukan melalui  cara berkomunikasi secara intensif dan efektif dengan publik atau  kelompok yang mempengaruhi keberadaan organisasi. Dalam banyak hal,  praktisi sering lebihbanyak mengerjakan kegiatan ini, sehingga keahlian  berkomunikasi.

2.2.1 Tujuan Hubungan Masyarakat (humas)

Mengembangkan hubungan yang harmonis dengan pihak lain yakni publik  (umum, masyarakat) serta untuk menciptakan, membina dan memelihara sikap  budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan  dengan publik di laian pihak melalui komunikasi yang harmonis dan timbal  balik.

2.2.2 Ciri-ciri Hubungan Masyarakat (humas)


Komunikasi yang dilancarkan berlangsung dua arah secara timbal balik.
Kegiatan yang dilakukan terdiri atas penyabaran informasi penggiatanpersuasi,dan pengkajian pendapat umum.
Tujuan yang hendak dicapai adalah tujuan organisasi tempat humas menginduk.
Sasaran yang dituju adalah khalayak didalam organisasi dan khalayak diluar organisasi.
Efek yang diharapkan adalah terbinanya hubungan harmonis antara organisasi dan khalayak
Dari ciri-ciri humas itu jelas bahwa tugas kegiatan humas adalah  mendukung tercapainya tujuan organisasi yang dikejar dan dilaksanakan  oleh seluruh insan organisasi yang bersangkutan mulai dari pimpinan  tertinggi sampai bawahan terendah.



2.2.3 Proses Pelaksanaan Tugas Hubungan Masyarakat (humas)



Menurut Cutlip dan Center (dalamKasalidanAbdurachman ), proses  humassepenuhnyamengacukepadapendekatanmanajerial. Prosesiniterdiri dari :  fact finding, planning, communications, dan evaluation.



Fact finding adalah mencari dan mengumpulkan fakta / data sebelum  melakukan tindakan. Praktisi humas sebelum melakukan sesuatu kejadian  harus terlebih dahulu mengetahui,apa yang diperlukan publik, siapa saja  yang termasuk ke dalam publik, bagaimana keadaan publik dipandang  dariberbagai faktor.
Planning adalah berdasarkan fakta membuat rencana tentang apa yang  harus dilakukan dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul.
Communication adalah rencana yang disusun dengan baik sebagai hasil  pemikiran yang matang berdasarkan fakta / data tadi, kemudian  dikomunikasikan atau dilakukan kegiatan operasional.
Evaluation adalah mengadakan evaluasi tentang suatu kegiatan, apakah  tujuan sudah tercapai atau belum. Evaluasi itu dapat dilakukan secara  kontinyu. Hasil evaluasi itu menjadi dasar kegiatan humas berikutnya.
2.2.4 Fungsi-fungsi Hubungan Masyarakat (humas)



Untuk memperjelas fungsi-fungsi humas dalam organisasi, fungsi-fungsi  humas yang tercantum dalam booklet in PRSA (Public Relations Society of  America) dengan judul Careers in Public Relations dapat memberikan  gambaran lebih khusus. Fungsi-fungsi tersebut antara lain:



Programming. Fungsi ini mencangkup antara lain analisis masalah dan  peluang menentukan goals dan publik serta merekomendasikan dan  merencanakan kegiatan.
Relationship. Seorang praktisi public relations yang berhasil harus  mengembangkan keterampilan dalam mengumpulkan informasi dari manajemen,  sejawat dalam organisasi dan dari sumber-sumber di luar organisasi.  Untuk itulah banyak kegiatan humas mensyaratkan para praktisi selalu  bekerjasama dan menjalin hubungan terutama dengan bagian-bagian lain  dalam organisasi seperti kepegawaian, hukum dan pemasaran serta yang  lainnya.
Writing dan Editing. Sejalan dengan sasaran kegiatan humas, yakni  mencapai publik yang amat besar, alat penting yang dapat digunakan  adalah melalui barang-barang cetakan. Banyak ragam barang cetakan yang  digunakan dalam kegiatan humas seperti laporan tahunan, bookslets, media  release, newsletter, penerbitan dan beberapa yang lainnya. Tulisan yang  jelas dan masuk akal sangat penting artinya bagi keefektifan kerja  praktisi humas. 
Information. Membangun sistem informasi yang baik merupakan salah  satu cara menyebarkan informasi secara efektif. Ini biasanya berkaitan  dengan usaha pengenalan cara kerja berbagai media atau saluran  komunikasi yang ada, termasuk di dalamnya, suratkabar, media elektronik  radio dan televisi, serta multimedia.
Production. Fungsi ini berkaitan dengan kegiatan produksi media  komunikasi yang digunakan dalam menyebarkan pesan-pesan yang dirancang  oleh praktisi humas.
Special Event. Konferensi pers, pameran, ulang tahun perusahaan,  pemberian penghargaan, kunjungan perusahaan dan sebagainya merupakan  kegiatan-kegiatan yang harus ditangani oleh praktisi humas.
Speaking. Keterampilan penting yang juga harus dimiliki oleh seorang  praktisi humas adalah keterampilan berbicara baik untuk tatap muka  individual maupun untuk tatap muka kelompok (public speaking).
Research dan Evolution. Aktivitas penting yang dilakukan seorang  praktisi humas adalah pengumpulan fakta. Banyak cara yang dapat  dilakukan untuk iyu. Biasa dilakukan secara formal maupun informal.  Dapat menggunakan berbagai teknik. Penelitian biasanay digunakan baik  pada awal maupun pada akhir sebuah program kehumasan. Pengevaluasian  kegiatan humas juga sekarang mulai memperoleh perhatian yang semakin  besar. 
2.3 Perkembangan Humas di Indonesia



Sejarah perkembangan Humas di Indonesia secara konsepsional terjadi pada  tahun 1950-an. Saat itu berdiri organisasi Humas pertama kali di  perusahaan perminyakan negara (Pertamina). Adanya divisi HUPMAS  (Hubungan Pemerintah dan Masyarakat) Pertamina ini sangat penting dalam  upaya menjalin hubungan komunikasi timbal balik dengan pihak klien,  relasi bisnis, perusahaan swasta/BUMN/Asing dan masyarakat.



Rosady Ruslan, SH, MM membagi perkembangan Humas di Indonesia dalam 4 periode sebagai berikut :

1. PERIODE 1 ( TAHUN 1962 )



Secara resmi pembentukan Humas di Indonesia lahir melalui Presidium  Kabinet Perdana Menteri Juanda, yang menginstruksikan agar setiap  instansi pemerintah harus membentuk bagian/divisi Humas. Dijelaskan pula  garis besar tugas kehumasan dinas pemerintah adalah : Tugas strategis  yaitu ikut serta dalam proses pembuatan keputusan oleh pimpinan hingga  pelaksanaaannya. Dan tugas taktis yaitu memberikan informasi, motivasi,  pelaksanaaan komunikasi timbal balik dua arah supaya tercipta citra atas  lembaga/institusi yang diwakilinya.

2. PERIODE 2 ( TAHUN 1967 -- 1971 )



Pada periode ini terbentuklah Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas).  Tata kerja badan ini antara lain ikut serta dalam berbagai kegiatan  pemerintah dalam pembangunan, khususnya di bidang penerangan dan  kehumasan, serta melakukan pembinaan dan pengembangan profesi kehumasan.



Tahun 1967, berdiri Koordinasi antar Humas Departemen/ Lembaga Negara  yang disingkat "Bakor" yang secara ex officio dipimpin oleh pimpinan  pada setiap departemen. Tahun 1970- 1971, Bakor diubah menjadi  Bako-humas (Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah ) yang diatur melalui  SK Menpen No. 31/Kep/Menpen/tahun 1971. Kerjasama antara Humas  departemen/institusi tersebut menitikberatkan pada pemantapan  koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dalam operasi penerangan dan  kehumasan.

3. PERIODE 3 ( TAHUN 1972 -- 1993 )



Periode ini ditandai dengan munculnya Humas kalangan profesional pada lembaga swasta umum. Dengan indikator sebagai berikut:



1. Tanggal 15 desember 1972 didirikannya Perhimpunan Hubungan Masyarakat  Indonesia ( Perhumas ) sebagai wadah profesi HUMAS oleh kalangan  praktisi swasta dan pemerintah. Seperti wardiman Djojonegoro ( mantan  mendikbud), Marah Joenoes (mantan kahupmas Pertamina), dll. Pada  konvensi Nasional HUMAS di Bandung akhir tahun 1993 lahirlah Kode Etik  Kehumasan Indonesia ( KEKI ). Perhumas juga tercatat sebagai anggota  International Public Relations Association ( IPRA) dan ASEAN Public  Relations Organization (FAPRO).



2. Tanggal 10 April 1987 di jakarta, terbentuklan suatu wadah profesi  HUMAS lainnya yang disebut dengan Asosiasi Perusahaan Public Relations (  APPRI ). Tujuannya adalah sebuah wadah profesi berbentuk organisasi  perusahaan -- perusahaaan public relations yang independen (konsultan  jasa kehumasan ).

4. PERIODE 4 ( TAHUN 1995 -- SEKARANG )



Periode ini Public Relations berkembang di kalangan swasta bidang  profesional khusus ( spesialisasi PR/HUMAS bidang industri pelayanan  jasa). Dengan indikator sebagai berikut:



1. Tanggal 27 November 1995 terbentuk Himpunan Humas Hotel Berbintang (  H-3). Himpunan ini diperuntukkan sebagai wadah organisasi profesi HUMAS  bidang jasa perhotelan, berkaitan erat dengan organisasi PHRI (  Perhimpunan Hotel dan Restoran di Indonesia).



2. Tanggal 13 september 1996 diresmikannya Forum Komunikasi Antar Humas  Perbankan ( FORKAMAS) oleh Gubernur BI Soedradjad Djiwandono. Forum ini  resmi bagi para pejabat HUMAS ( Public Relations Officer ), baik bank  pemerintah ( HIMBARA), swasta ( PERBANAS), dan asing yang beroperasi di  bidang jasa perbankan di Indonesia.



3. Keluarnya SK BAPEPAM No.63/1996, tentang wajibnya pihak emiten  (perusahaan yang go public) di Pasar Bursa Efek Jakarta ( BEJ) dan Bursa  Efek Surabaya memiliki lembaga Corporate Secretary.



4. Berdirinya PRSI ( Pulic Relations Society of Indonesia ) pada tanggal  11 november 2003 di Jakarta. ini menyerupai PRSA ( Public Relations  Society of Amerika), sebuah organisasi profesional yang bergengsi dan  berpengaruh serta mampu memberikan sertifikasi akreditasi PR Profesional  (APR) di Amerika yang diakui secara internasional.



PRSI atau Masyarakat PR Indonesia (MAPRI) pertama kali dipimpin oleh  August Parengkuan, seorang wartawan senior harian Kompas dan mantan  ketua Perhumas-Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah meningkatkan  kesadaran, kepedulian, kebersamaan, pemberdayaan serta pastisipasi para  anggotanya untuk berkiprah sebagai PR professional dalam aktivitas  secara nasional maupun internasional.



Wakil Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas), Halim  Mahfudz, mengatakan Perusahaan yang bergerak di bidang pubilc relations  (PR) di Indonesia kini berkembang pesat, seiring bakal terjadinya  perekonomian bebas pada tahun 2010. Saat ini ada sekitar 50-60  perusahaan PR yang dikelola oleh pengusaha Indonesia maupun asing yang  berani mempublikasikan diri. Selain itu, diprediksi ada puluhan  perusahaan PR yang belum berani memunculkan diri.



2.4 Humas di Indonesia dewasa ini

BAB III

PENUTUP



3.1 Kesimpulan

Perkembangan Humas di Indonesia sejatinya dinamis karena terus  mengakomodasi kebutuhan dari sebuah entitas/perusahaan, seiring  perkembangannya Humas semakin mengalami perbaikan dan penekanan fungsi  serta ruang lingkup pekerjaan Humas, metode Humas, teori atau konsep  Humas, semuanya juga terus berkembang sampai saat ini.



3.2 Saran

A. Mempertajam dan memperkaya materi



DAFTAR PUSTAKA



http://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan_masyarakat diakses pada 19 Maret 2017 Pukul 11.58

http://www.hadacircle.com/2017/01/humas.html diakses pada  19 Maret 2017 Pukul 12.06

Center, Cutlip.1994. Effective Public Relations. Pretentice Hall International

Abdurrachman, Oemi. 1993. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Citra Aditya Bakti

0 Comments

Posting Komentar