Libur Natal 2020 Tingkatkan Jumlah Penumpang Bandara Lombok Hingga 10,4 Persen

Libur Natal  2020 Tingkatkan Jumlah Penumpang Bandara Lombok Hingga 10,4 Persen
Aktivitas penerbangan di Bandara Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada libur Natal 2020. (ANTARA/Humas Bandara Lombok).

Selama libur Natal berlangsung jumlah penumpang di Bandara Lombok, Nusa Tenggara Barat mengalami peningkatan hingga 10,4 persen atau setara dengan 4.780 penumpang per harinya. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya di bulan Desember 2020 yang rata-rata tercatat hanya 4.331 penumpang. Hal ini disampaikan secara tertulis oleh General Manager Bandara Lombok Nugroho Jati yang diterima oleh wartawan di mataram Senin 28/12.

Jati pun menambahkan walau terjadi peningkatan tetapi jika dibandingkan dengan tahun lalu jelas terjadi penurunan pegerakan penumpang sebesar 54,8 persen.

Ia juga menerangkan selain dari sisi penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami penurunan yaitu sebesar 34,32 persen. Jika libur Natal 2019, rata-rata terdapat 88 pergerakan pesawat per hari, sedangkan tahun ini rata-rata hanya 58 pergerakan pesawat per hari. Lain halnya dengan kargo, tahun ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan dibanding dengan tahun lalu.

Kemudian terkait dengan layanan rapid test Bandara Lombok telah menyediakan fasilitas rapid test antibodi maupun antigen tepatnya di area parkir mobil sebelah barat Bandara Lombok. Layanan dibuka setiap hari mulai pukul 07:00-16:00 WITA. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memudahkan dan mengkoordinir kebutuhan para pengguna jasa bandara dan masyarakat secara umum yang hendak menggunakan jasa transportasi udara.

Mengingat hasil uji rapid test antibodi maupun antigen saat ini menjadi penting karena merupakan salah satu dokumen yang harus dipenuhi oleh calon penumpang pesawat udara sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Covid-19 nomo 3 tahun 2020 serta Surat Edaran Menteri Perhubungan RI Nomor 22 Tahun 2020.

Jati juga menginformasikan bahwa ada beberapa daerah yang saat ini memberlakukan kebijakan rapid test antigen untuk masuk provinsi tertentu, misalnya semua provinsi di Pulau Jawa dan beberapa provinsi di Pulau Sumatera. Untuk biaya rapid test antibodi di Bnadara Lombok tarifnya sebesar Rp.85.000 sedangkan rapid test antigen Rp.250.000. Adanya fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu penumpang untuk melengkapi berkas persyaratan perjalanan udara.

Jati juga mengatakan pada akhir keterangannya bahwa Bandara Lombok berkomitmen untuk menciptakan penerbangan yang selamat, aman dan sehat dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Selain itu juga selalu memastikan penerapan jaga jarak fisik dan kecepatan pelayanan penumpang, serta memastikan kebersihan pada fasilitas-fasilitas publik yang ada di bandara. Pihaknya juga menghimbau agar para pengguna jasa bandara selalu menerapkan 3M yakni Menggunakan maslker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun ataupun hand-sanitizer. (ANTARA NTB)

0 Comments

Posting Komentar