Muthlaq dan Muqayyad dalam Ushul Fiqh

Ushul Fiqh
Ushul Fiqh
Ushul Fiqh adalah metode yurisprudensi dalam agama Islam, merupakan ilmu yang mempelajari cara menentukan hukum atau kedudukan suatu hukum.

Apabila diselidiki dengan seksama keadaan tiap-tiap lafal dilihat dari segi ada atau tidaknya pembatasan dalam lafal tersebut, maka ada yang keadaanya bebas tidak dibatasi (Muthlaq / Al Muthlaq), dan ada yang dibatasi (Muqayyad / Al Muqayyad) yaitu dibatasi oleh hal-hal lain, hal-hal yang membatasi ini disebut Al Qaid.

Muthlaq atau Al Muthlaq adalah lafal yang menunjukkan arti yang sebenarnya dengan tidak dibatasi oleh sesuatu hal yang lain (Irsyadul Fuhul). Jadi lafal masih dalam keadaan aslinya yang bebas dan tidak dipengaruhi oleh hal-hal yang lain (keadaannya masih Muthlaq). Lafal ini disebut Lafal Muthlaq.

Contoh lafal "aidiikum" dalam Q.S. An-Nisa' ayat 43 berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْتُمْ سُكَارٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتّٰى تَغْتَسِلُوْا ۗوَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُوْرًا - ٤٣

Artinya: Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

Mengusap tangan dengan debu, dalam ayat ini tidak dibatasi dengan sifat, syarat, dan lain sebagainya dalam arti tidak diterangkan mengusap sampai bagian tangan yang mana, apakah harus diusap semua atau hanya sebagian. Yang sudah pasti dalam bertayammum harus mengusap tangan dengan debu. Oleh karena itu, perkataan "aidiikum / tanganmu" ini tidak dibatasi sampai di mana yang harus diusap, mana saja asal tangan atau semua bagian tangan, maka dari itu disebut Muthlaq.

Contoh lainnya, lafal "Raqabatin" dalam Q.S. Al-Mujadalah 



Artikel dalam kategori Ushul Fiqh ini akan segera dirampungkan.
Humaedi Suhada

0 Comments

Posting Komentar